Pendidikan robotika di Indonesia masih terasa mahal bagi sebagian kalangan. Ini karena microchip yang menjadi otak robot belum diproduksi di Indonesia.
Padahal jika sudah ada microchip produksi dalam negeri, biaya pendidikan bisa ditekan 50-70 persen. Ini dikatakan General Chairman Robotic Organizing Committee Indonesia (ROCI) Santoso Gondowidjojo, Minggu (28/6).
Kalau ada investor yang mau mengembangkan produksi microchip akan sangat bagus bagi pengembangan robotika di Indonesia. “Bahan lain untuk merakit robot bisa saja kita ambil dari lingkungan sekitar, misalnya jika kita mau membuat robot pencari sampah bisa pakai ember bekas, tapi kalau sudah butuh microchipnya, tetap harus beli dari luar negeri,” kata Santoso di sela-sela pelaksanaan South East Asia Robotic Olympiad (SEARO) di Solo Diamond Convention Center.
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar

info yang sangat menarik, trims
Sama2… Semoga tahun2 mendatang mikrochip harganya lebih murah???