Tim D4=S1 PENS ITS ke ABU ROBOCON 2009

Dalam perkembangan khazanah ilmu pengetahuan dan teknologi, Frontier ilmu tidak lagi hanya ditentukan oleh roket, tapi juga oleh robot. Teknologi robotika menjadi icon terbaru

. Dirjen Dikti, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D menyampaikan pernyataan ini saat melepas Tim Robot D4=S1 dari Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) ITS di Dikti yang akan mengikuti Kontes Robot Dunia Asian Facific Broadcasting Union (ABU) ROBOCON 2009 di Gymnasium of The Metropolitan Komazawa Olympic Park General Sport Ground, Tokyo, Jepang (19/10).

Tim Robot D4=S1, PENS ITS mewakili Indonesia pada kontes yang akan berlangsung dari 19 s/d 24 Agustus ini setelah mereka berhasil menjuarai Kontes Robot Indonesia (KRI) 2009. Pada Abu Robocon 2008 di Pune, India, PENS ITS dengan tim Jump-Be juga menjadi wakil Indonesia dan berhasil meraih posisi ketiga.

Menurut Dirjen Dikti, dengan berbagai modalitas kompetisi yang difasilitasi oleh Dikti bersama perguruan tinggi terkait robot ini, dapat memacu kreatifitas dan kepekaan mahasiswa Indonesia terhadap perkembangan teknologi robotika ini.

“Abu Robocon adalah ajang menimba pengalaman. Lihat inovasi teknologi robotika apa yang terkini. Lakukan diskusi di sana. Kita sudah melakukan simulasi berkali-kali. Tim sudah memiliki pengalaman berkontes baik di level nasional dan internasional, maka Abu Robocon kali ini hanya soal pindah tempat semata”, semangat bapak Dirjen.

”Lakukan dengan tenang. Jangan ada kecemasan. Lakukan yang terbaik. Hasilnya kita serahkan kepada yang di Atas”, tambah bapak Dirjen.

Tim Robot yang akan berkompetisi di ajang Abu Robocon kali ini adalah Fernando Ardilla (pembimbing), Bayu Prasetyo, Bayu Sandimarta, Moh. Hisyam Fitroni, Iwan Kurniawan Prasetyo, Agus Suhariyanto, dan Arik Setyono. Selamat berjuang kawan

Juara Umum PIMNAS (pekan ilmiah mahasiswa nasional) XXII

Pimnas XXII telah ditutup secara resmi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D pada Jumat malam (24/07).

Gedung Samantha Krida malam itu gegap gempita oleh yel-yel kemenangan. Unibraw kembali tampil sebagai juara umum Pimnas untuk kedua kalinya, setelah pada Pimnas XXI di Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Unibraw berhasil memboyong Piala Adhikarta Kertawidya.

Unibraw memperoleh lima emas, tiga perak dan satu perunggu. Lima emas diperoleh dari tiga presentasi PKM dan dua gelar poster. Tiga perak didapat dari presentasi PKM dan satu perunggu juga dipersembahkan dari presentasi PKM.

Juara kedua diperoleh oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya mampu menduduki peringkat ketiga.  Institut Pertanian Bogor (IPB) mantan juara Pimnas berturut-turut dua kali harus rela berada pada urutan kelima setelah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menempati urutan keempat. Universitas Gadjah Mada, mantan juara umum pimnas berturut-turut dua kali, sama seperti IPB, merosot pada urutan keenam. Urutan ketujuh diraih oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Mikrochip Robot Mahal

Pendidikan robotika di Indonesia masih terasa mahal bagi sebagian kalangan. Ini karena microchip yang menjadi otak robot belum diproduksi di Indonesia.

Padahal jika sudah ada microchip produksi dalam negeri, biaya pendidikan bisa ditekan 50-70 persen. Ini dikatakan General Chairman Robotic Organizing Committee Indonesia (ROCI) Santoso Gondowidjojo, Minggu (28/6).

Kalau ada investor yang mau mengembangkan produksi microchip akan sangat bagus bagi pengembangan robotika di Indonesia. “Bahan lain untuk merakit robot bisa saja kita ambil dari lingkungan sekitar, misalnya jika kita mau membuat robot pencari sampah bisa pakai ember bekas, tapi kalau sudah butuh microchipnya, tetap harus beli dari luar negeri,” kata Santoso di sela-sela pelaksanaan South East Asia Robotic Olympiad (SEARO) di Solo Diamond Convention Center.

Kemenangan Tim Robotika Indonesia di Robogames 2009

Impian Indonesia diajang Internasional kompetisi robot cerdas menjadi kenyataan dengan berhasilnya Tim Robot Indonesia meraih Juara 1 dan menggondol medali Emas pada The 2009 Internasional Robogames yang diadakan di Fort Mason, San Francisco, Amerika Serikat, Minggu 14 Juni 2009

Robogames merupakan salah satu ajang kompetisi/kontes robot Internasional tahunan terbesar yang menyelenggarakan lebih dari 70 kategori pertandingan dan diikuti sekurang-kurangnya 25 negara. Dengan jumlah pertandingan yang begitu banyak maka ajang ini mendapat predikat “World’s Largest Robot Competition” dari Guinness Book of Records.

Dari sekian banyak kategori yang dipertandingkan, Indonesia hanya mengikuti satu kategori yaitu Open Fire Fighting Robot Contest. Kategori ini merupakan salah satu kategori tersulit karena robot harus bersifat “autonomous” (bergerak dan mengambil keputusan sendiri tanpa intervensi manusia) dan tidak dikendalikan secara “remote” seperti kategori lainnya.

Dalam kategori ini, robot harus mampu mencari dan memadamkan api (yang disimulasikan oleh api lilin) didalam suatu simulasi rumah yang terdiri dari 4 ruangan, lorong, dinding, pintu, anak tangga, perabotan rumah tangga dan lain-lain. Penilaian ditentukan dari seberapa cepat robot mampu mencari dan memadamkan api tanpa menyentuh dinding dan tanpa dikendalikan oleh manusia.

Tim Robot Indonesia yang diwakili oleh UNIKOM (Universitas Komputer Indonesia) Bandung merupakan juara bertahan KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia) 2 kali berturut-turut tahun 2008 dan 2009. Tim berhasil mengukir prestasi membanggakan ini setelah berhasil menyingkirkan lawan-lawannya yang berasal dari Inggris dan beberapa negara bagian Amerika Serikat di “Trial” ke-3 (ronde ke-3). Tercatat, tim dapat mengalahkan satu peserta sebagai juara bertahan 4 tahun berturut-turut dan tim dari Universitas ternama (The Universtity of Akron) yang disponsori oleh organisasi paling bergengsi dibidang elektronika yaitu IEEE

Kinerja Robot buatan anak bangsa Indonesia yang bernama DU-114 (dari Dipati Ukur 114 Bandung – alamat Unikom) ini memang sangat mengejutkan lawan-lawannya. Betapa tidak, sejak pertama kali acara Running Test (uji coba arena dan lingkungan) yang diadakan sehari sebelumnya tanggal 13 Juni 2009, robot begitu diluncurkan, tanpa “setting” awal yang berarti langsung menjalankan tugasnya dengan sempurna seperti sudah mengerti misi mulia yang diemban tuannya. Hal ini tentu saja membuat “keder” lawan-lawannya dan kagum panitia. Saking kagumnya sehingga mereka mengundang media TV dari salah satu perusahaan di Amerika untuk meliput. Mereka rela menunggu cukup lama si pembuat robot yang kebetulan sedang pergi istirahat untuk sesi wawancara ini.

Nilai sempurna!: Dari 3 “Trial” (ronde) yang dipertandingkan, Tim Robot Indonesia tidak sekalipun gagal! Dari 11 peserta hanya 4 peserta yang berhasil dengan kinerja seperti ini. Hebatnya lagi dari ke-4 tim yang berhasil ini hanya Tim Robot Indonesia yang mampu mengambil semua bonus yang ada dan mengambil mode tersulit yang ada yaitu mampu naik anak tangga, mampu melewati rintangan yang ada, mampu mengatasi gangguan berupa sorotan cahaya matahari, suara berisik penonton dan lain-lain.

Kemampuan robot “Made in Indonesia” ini semakin membuat decak kagum peserta dan panitia karena selain membawa robot kategori Beroda yang memang menjadi fokus pertandingan juga membawa robot kategori Berkaki NEXT-116 yang juga diperbolehkan panitia untuk ikut dipertandingkan. Bagaimana tidak kagum, sebab robot Berkaki NEXT-116 ini selain cepat juga ternyata mampu menaiki anak tangga yang ternyata hampir saja mengalahkan lawan-lawannya yang menggunakan roda bila saja di salah satu Trial tidak mengalami kegagalan (dua trial berhasil sempurna). Perlu diketahui banyak peserta yang robot berodanya mengalami kegagalan Trial lebih dari satu kali. Dengan hasil ini, NEXT-116 harus puas dengan urutan ke-5.

Keberhasilan Tim Robot Unikom Bandung ini bukan suatu kebetulan dikarenakan pada waktu yang bersamaan dengan pertandingan Internasional Robogames ini, sehari sebelumnya tanggal 13 Juni 2009 di Indonesia telah berlangsung juga kompetisi Nasional KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia) yang juga dimenangi oleh Tim Unikom Bandung untuk kategori yang sama. Dengan demikian Tim Robot Unikom Bandung, dalam waktu hanya selang sehari berhasil menggondol baik gelar juara Nasional maupun juara Internasional. Bukan main! suatu prestasi yang benar-benar mengagumkan!

Keunggulan Tim Robot Indonesia ini tak lepas dari keseriusan Pemerintah RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam hal ini DP2M (Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) dalam memfasilitasi kompetisi robot di kalangan Perguruan Tinggi. Ini terbukti dengan dibiayainya sepenuhnya keberangkatan Tim Robot Indonesia ke Amerika dan dengan ditambahnya anggaran kompetisi KRI-KRCI (Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia) sejak tahun 2008 untuk memperluas cakupan penyelenggaraan pertandingan ke tingkat Regional dimana terdapat 4 regional yang mewakili seluruh wilayah di Indonesia. Kebijakkan penyelenggaraan tingkat Regional ini bertujuan agar semakin banyak peserta dari daerah yang dapat berpartisipasi agar dicapainya tingkat kompetisi yang tinggi dikalangan mahasiswa. Hanya mereka yang berhasil lolos tingkat Regional yang diperkenankan bertanding di tingkat Nasional.

Sedangkan kemampuan teknis Tim Robot Indonesia yang baik ini tidak terlepas dari kinerja Dewan Juri Nasional yang sengaja menerapkan aturan pertandingan yang lebih sulit dari yang di Internasional. Dengan demikian maka diharapkan peserta terbiasa dengan tantangan yang ekstrim dan pada waktunya akan mampu bersaing di tingkat Internasional.

Akhirnya prestasi ini, juga tidak akan tercapai tanpa dukungan penuh dari Staf Konsulat Jenderal RI San Francisco dan Departemen Luar Negri RI serta masyarakat Indonesia di San Francisco.

Komposisi Tim Robot Indonesia:1. Rodi Hartono (mahasiswa Unikom Bandung)2. Stevanus Akbar Alexander (mahasiswa Unikom Bandung)3. Yusrilla Y Kerlooza (dosen pembimbing Unikom Bandung)4. Aelina Surya (Pembantu Rektor III Unikom Bandung)5. Ratna Ariawati Joedakoesumah (Pembantu Rektor I Unikom Bandung)6. Eril Mozef (Official Tim/Dewan Juri Nasional KRCI Jakarta,

18 Juni 2009DP2M, Ditjen Dikti, Depdiknas

Pengalaman Install Ubuntu di Laptop Axioo

Sekedar mau share aja pengalaman gw install ubuntu di laptop axioo. Denger-denger sih laptop axioo mang sulit buat diinstall ubuntu, tapi setelah perjuangan selama 3 bulan 23 hari (ihh lebai) akhirnya berhasil juga. (hehe..)

Ok, gw mule ni, awalnya sih gk ada niat buat pake ubuntu secara gw kurang begitu familiar dengan distro yang satu ini.jangan salahin gw ya, rmh gw mang dikampung jadi kenalnya cuma Mikocok eh Microsoft XP en konco2nya itu. Tapi setelah gw ktrima di UIN, masuk jurusan Informatika lagi. Lambat laun, cahaya open source itu mulai datang menerangi jiwaq (hallah!). Kenal pertama kali sama ubuntu waktu praktikum PTI, mas Barok (asisten lab gw ni) nyrocos jelasin soal ubuntu mpe tetek bengeknya. Gak tau apakah dari kata2nya atau bau jigongnya yang sedap itu gw jadi tertarik sama ubuntu.

Abis itu, langsung deh cari2 di Om Google soal ubuntu. Dapet info banyak banged secara waktu itu ubuntu 8.10 baru aja keluar. Semangad gw langsung berapi-api, palagi setelah tahu kita bisa dapet cd ubuntu secara FREE!! gratis cuy!!

gw langsung pesen di situsnya Ship it ubuntu, dapetnya 8.10 desktop edition. Tapi, gag semua yang gratis itu enak. Gw nunggu ampir 2 bulan cdnya gk dateng2! (Oh mai god!!). Pikiran gw dah macem2..

Jangan2 gw kliru ngasih alamat..

Jangan2 gw dah kehabisan stocknya..

Jangan2 cdnya salah masuk pesawat..

Jangan2 cdnya dipake sama penumpang pesawat (loh? Ni compact disk or celdam c?)

And Finally, Pas Pos berkumis yang baek hati dan tidak sombong sayang dia tidak suka nabung nyerahin cd ubuntu itu ke gw sama 1 lembar kertas bertanda..

BIAYA PENGIRIMAN DAN PENGEPAKAN = Rp 7.000,00

Anjriit.. ternyata kena charge juga. Tak apalah yang penting cdnya dah nyampe dirumah gw..

gw buka paketnya itu ternyata dapet stiker juga hehe..,

Sekarang bagian paling seru nih, Install UBUNTU!!

tentu paling pertama masuk ke BIOS, trus jadiin CD/DVD ROM loe jadi first boot device. Abis itu baru masukin Cd ubuntu dan tunggu mpe muncul menu pilihannya. Gw waktu itu pilih opsi pertama (live CD). Jadi kita bisa gunain UBUNTU pake Cdnya tanpa install. Dan setelah berhasil masuk ke desktop ubuntu… DENG!!! DENG!!! TOUCHPAD GW GAK JALAN!!!! ALAMAK!!!

kepaksa deh pinjem mouse punya bokap dulu, proses installnya gak akan gw jelasin secara tu gampang banged dan klo kalian perlu tutor cari di internet kan banyak hehehe…

Sekarang ceritanya gw dah berhasil install ubuntu di laptop axioo gw dan ada satu problem, touchpad gak jalan. Gw bawa aja laptop gw ke kampus, sekalian maw nyoba wifi, dan ternyata WIFI juga gak kedetec!! MAMPUS!!

sekarang ada 2 masalah di ubuntu gw: touchpad sama wifi. kepaksa gw googling pake produk microsoft (hehe) buat cari solusinya.

Soal wifinya : gw nemu situs yang nyaranin buat pake ndiswrapper, tapi waktu itu gw belum “ngeh” banged soal ubuntu makanya gw cari cara lain dan akhirnya nemu situs yang nyediain driver khusus linux. Untungnya driver laptop gw ada disitu. Langsung deh gw sedot dan install di ubuntu. Waktu dicoba sinyal wifi memang kedetec tapi belum bisa online. Nanya2 lagi deh, kali ni sama kakak angkatan. Dapet solusi kayak gini.

– masuk ke terminal

– ketik $ sudo ifconfig wlan0 up

waktu gw coba lagi. DENG!! DENG!

Akhirnya gw bisa ngenet dengan terhormat!!

Soal touchpad : hasil googlingan juga nih. Katanya ada masalah multiplexing IRQ 12 antara touchpad dan keyboard system. Gw sih gak ngeh soal apa itu, yang penting gw ikutin aja cara-caranya

– masuk ke terminal

– ketik $ sudo gedit /boot/grub/menu.lst

– cari kata-kata ini ## ## End Default Options ##

– dibawah itu ada tulisan kernel

tambahin kata ini “i8042.nomux=1″ disebelah kanan tulisan kernel (tanpa tanda petik)

– save dokumen itu, kemudian restart

– gw jamin touchpad loe dah bisa jalan, klo blum bisa berarti masalahnya bukan terletak pada multiplexing IRQ 12 antara touchpad dan keyboard system. (oppoooo ikii!!)

O iya, laptop gw AXIOO ZETTA TEN MODEL. Kemungkinan masalah ini juga terjadi di tipe laptop axioo yang lain.

Satu lagi gw nemu masalah di axioo.klo gak salah AXIOO tipe NEON. Saat mau install, layar malah jadi blank. Solusinya, saat masuk di pilihan install, pejet F6 2 kali terus pilih no apic dan no lapic. Denger2 sih acpi nya belum kompatibel dengan ubuntu. Tapi klo kekeuh pake open source mending pake mandriva aja. Soalnya axioo cocoknya pake mandriva (menurut pengamatan gw). Dan lagi cd recovery bawaan driver axioo, menggunakan OS mandriva yang telah dimodifikasi.

Ok deh, tu aja dari gw. Klo loe pada mau tanya bisa lewat komen dibawah. Ntar gw rembug sama temen2 KSL UIN SUKA.

GO OPEN SOURCE!!!

Selamat Buat KSL UIN Kalijaga

Hari ini, tanggal 21 Februari 2009 KSL UIN Kalijaga (Kelompok Studi Linux Universitas Islam Negeri Kalijaga Yogyakarta) resmi lahir. Setelah Mas Mubarok dkk berjuang untuk mendirikan KSL di kampusnya akhirnya diresmikan juga hari ini.

Acara ini mengundang teman-teman dari KSL UAD, Sanata Darma, UPN, dan dari KPLI Jogja. Saya kebagian cuap-cuap tadi, nggak jelas ngomongin apa. Yang pasti sih, pesan buat teman-teman KSL UIN, jangan jerumuskan anggota Anda ke dalam fanatisme, karena dalam proses belajar itu malah akan menghambat anggota Anda untuk maju. (hehe..sok bijak)

Kenapa saya bilang begitu? Karena ketika kita sudah fanatik dengan Linux malah repot sendiri, apalagi praktikum di kampus masih pakai Windows. Sebenarnya juga tergantung orangnya, dengan Linux pun tetap bisa mengerjakan tugas-tugas kuliah. Tapi ketika sudah mentok kita malah repot sendiri..saya sudah merasakan 1 tahun pakai Linux. Praktikum pakai Delphi saya kerjakan pakai Lazarus, emang sih bisa, tapi waktu dinilai saya kayak orang o’on program nggak bisa jalan dan tidak ada Linux untuk membuktikan bagusnya program yang saya buat. hahaaa..

Selamat buat KSL UIN, usia kita yang terpaut 10 tahun tidak menjadi masalah karena itu semua hanya masalah waktu saja. Semangat! Keep using Free Open Source Sofware!

SEMINAR DAN DEMO YOGYAFREE – Cracking Software (PERTAMA DI INDONESIA)

seminar2009
Seminar bagus nih….
Buat temen2 yang pengin ikutan…
segera daftar…
Salam kebebasan dan kreasi hacking… ha ha

http://www.yogyafree.net/forum2/viewtopic.php?f=12 &t=31835